kearifan lokal Pertanian di Jawa Tengah
Masyarakat pedesaan di indonesia umumnya sangat mengenal lingkungannya dengan baik.karena Mereka hidup dalam berbagagai ekosistem alam, dan telah lama hidup berdampingan dengan alam secara harmonis, sehingga mereka sangat mengenal berbagai cara memanfaatkan sumber daya alam secara berkelanjutan.
salah satu kegiatan pengetahuan dalam mengendalikan OPT tanama padi di Banyumas dan beberapa daerah lain di Jawa Tengah petani memanfaatkan batang pepaya untuk umpan keong mas, yang sering mengganggu tanaman padi. Perkembangbiakan keong mas amat cepat apabila tidak dikendalikan maka hal ini akan mengakibatkan para petani gagal panel . yang berdampak meruginya para petani . perkembangbiakan keong mas Dari telur hingga menetas hanya membutuhkan waktu 7-14 hari. Satu ekor keong mas dalam satu bulan dapat menghasilkan telur 1000 butir dengan masa hidup dewasa selama 3 tahun (Pitojo, 1996)
Batang pepaya (Carica papaya) bagian yang digunakan oleh petani adalah batang yang sudah tidak produktif lagi sehingga pepaya yang masih produktif masih bisa dimanfaatkan lagi. Umpan berupa daun pepaya tidak lepas dari kebiasaan keong mas yang suka memakan jaringan dari tumbuhan.Pemanfaatannya dengan cara batang pepaya dibelah-belah, lalu diletakkan di sawah yang terserang hama keong mas.Jumlahnya tergantung dari besar kecilnya serangan.
Batang pepaya yang besar menyebabkan keong mas yang terperangkap lebih banyak. Mengapa petani menggunakan batang pepaya sebagai pengendali alami hama keong mas?
Pepaya tumbuh hampir diseluruh wilayah Indonesia, sehingga mudah didapat.
Petani menggunakan batang pepaya untuk mengendalikan penyebaran hama keong mas,
karena batang pepaya sangat efisien, murah, dan praktis. Selain itu keong mas yang
tertangkap dapat digunakan untuk pakan itik, pakan ikan, maupun makanan untukmanusia sendiri.
informasi ini saya dapat dari link http://pertanian.trunojoyo.ac.id/semnas/wp-content/uploads/IDENTIFIKASI-BEBERAPA-KEARIFAN-LOKAL-DALAM-MENUNJANG-KEBERHASILAN-USAHATANI-PADI-DI-JAWA-TENGAH-OLEH-WAHYU-HARIANTO-DAN-SENO-BASUKI.pdf

0 komentar:
Posting Komentar